
Fokus Berita – Warga AS gelar aksi unjuk rasa, tuntut diakhirinya perang terhadap Iran

Orang-orang mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, AS, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Qiu Chen)
Protes perang AS-Israel terhadap Iran pecah di sejumlah kota di Amerika Serikat, seiring serangan militer mematikan itu memasuki pekan kedua.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Warga di lebih dari 50 kota di seantero Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu turun ke jalan untuk memprotes perang AS-Israel terhadap Iran, seiring serangan militer mematikan itu memasuki pekan kedua.
Para demonstran di seluruh penjuru negeri berkumpul dan berpawai di kota-kota besar AS, termasuk New York, Washington DC, Los Angeles, Chicago, Pittsburgh, dan San Francisco, menuntut agar pemerintahan Trump mengakhiri perang tersebut.
Di Manhattan, New York City, ratusan orang berkumpul di Union Square pada Sabtu (7/3) sore waktu setempat, meneriakkan slogan-slogan seperti "Ancaman Terbesar di Dunia Saat Ini: Donald Trump dan AS" dan "Trump Bilang Lebih Banyak Perang, Kami Katakan Hentikan (Perang)", serta membawa penanda yang bertuliskan "Jangan Sentuh Iran", "Tidak Ada Perang Baru AS di Timur Tengah", dan "Uang untuk Kebutuhan Rakyat, Bukan untuk Perang dengan Iran".
"Ini perang yang tidak adil. Ini perang penggulingan rezim lainnya, yang biasanya berasal dari alasan yang jelas-jelas korup seperti perluasan wilayah, pada dasarnya menjajah negara lain, mengambil keuntungan dari mereka," kata Maya, salah satu demonstran di alun-alun tersebut, kepada Xinhua.
"Dari apa yang saya lihat, kita menghabiskan 1 miliar dolar AS per hari untuk perang ini, sementara kita sedang menghadapi krisis keterjangkauan. Jadi jelas uang itu seharusnya digunakan untuk warga negara AS. Uang itu dapat digunakan untuk perawatan kesehatan, perawatan anak yang lebih baik, transportasi umum, apa pun kecuali untuk perang ini," imbuhnya.
*1 dolar AS = 16.919 rupiah
AS dan Israel memulai serangan skala besar terhadap Iran sepekan lalu, memicu serangan rudal dan drone balasan dari Iran terhadap Israel dan aset-aset AS di seluruh Timur Tengah. Eskalasi militer yang sedang berlangsung telah meningkatkan ketegangan regional dan memicu efek limpahan global.
"Menurut saya, perang ini mengerikan," kata Maggie Morales, seorang warga New York. "Kita tahu ini hanya menguntungkan dia (Presiden Donald Trump) secara pribadi. Ini tidak menguntungkan negara kita. Ini tidak menguntungkan rakyat kita. Sayangnya, ini justru menempatkan kita dalam bahaya lebih besar."
"Kita sudah memiliki begitu banyak cerita, begitu banyak sejarah tentang pergi ke negara lain dan menyakiti orang lain tanpa manfaat apa pun bagi AS. Dan sungguh mengerikan bahwa kita tidak dapat belajar dari pelajaran masa lalu," kata Morales.
"Hari ini saya tidak datang untuk mengikuti aksi unjuk rasa," imbuhnya. "Tetapi saya melihatnya, dan saya merasa harus ikut dan mendukung mereka."
Para pembicara mengecam serangan militer mematikan yang dilancarkan Gedung Putih sebagai pelanggaran hukum internasional dan menjerumuskan seluruh Timur Tengah ke dalam kekacauan. Mereka mendesak Kongres untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan mesin perang tersebut.
"Kita telah melihat bahwa sistem kita saat ini tidak mampu menghentikan serangan dan pertumpahan darah yang terus berlanjut. Kita melihat bagaimana Kongres, baik Partai Demokrat maupun Partai Republik, tidak mampu meloloskan resolusi Kekuatan Perang yang seharusnya dapat menghentikan perang ini. Memalukan!" kata Andre Easton asal Bronx, New York City, dalam pidatonya.
"Keputusan selalu dan hanya ada di tangan kaum pekerja di seluruh dunia untuk bersatu dan menentang perang di sini dan di mana pun di dunia," tambahnya.
Di Los Angeles, ratusan orang berkumpul di depan Balai Kota pada Sabtu sore sambil mengibarkan bendera Iran dan meneriakkan slogan-slogan seperti "Mengebom Iran adalah kejahatan".
Sejumlah demonstran mengatakan kepada Xinhua bahwa perang yang dilancarkan AS dan Israel telah menghancurkan perdamaian regional dan membawa penderitaan mendalam bagi rakyat Iran.
"Perang ini adalah pengalihan perhatian dari dokumen Epstein, dan mereka membunuh warga sipil tanpa alasan," tutur seorang demonstran anonim dari Los Angeles, seraya menyerukan kepada orang-orang untuk bersuara demi perdamaian dan menolak perang tanpa akhir lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China dan AS sepakat akan implementasikan konsensus KTT San Francisco
Indonesia
•
20 Feb 2024

Prancis akan akhiri pembatasan visa bagi warga negara Maroko
Indonesia
•
17 Dec 2022

Anggaran pertahanan China 2023 naik 7,2 persen, tumbuh satu digit selama 8 tahun
Indonesia
•
06 Mar 2023

Wabah virus Marburg yang sangat menular menyebar di Ghana
Indonesia
•
18 Jul 2022


Berita Terbaru

Ribuan orang berunjuk rasa di London, protes serangan AS dan Israel terhadap Iran
Indonesia
•
10 Mar 2026

17 orang tewas dalam 37 serangan Israel di Lebanon pada Ahad sore
Indonesia
•
10 Mar 2026

Trump masih pikir-pikir untuk perintahkan pasukan darat AS masuk ke Iran
Indonesia
•
10 Mar 2026

Militer Israel klaim 1.900 tentara dan komandan Iran tewas dalam sejumlah serangan
Indonesia
•
10 Mar 2026
